SAFETY FIRST: 15 Indikator Budaya Safety di Kapal

Fire Hydrant

Di dinding depan akomodasi kapal di  bawah anjungan biasanya terpampang tulisan SAFETY FIRST.  Tulisan ini juga terdapat di area kerja tertentu di kapal, misalnya di bengkel  kapal di kamar mesin.

Apa sebetulnya arti SAFETY FIRST?

SAFETY FIRST  (utamakan keselamatan) adalah pengingat agar pelaut meletakkan factor keselematan di urutan pertama. Artinya, keselamatan harus menjadi prioritas yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai sebuah kegiatan kerja.

Mari  kita urut apakah keselamatan benar sudah menjadi budaya di atas kapal.

1. Apakah semua crew sudah mengenakan  pakaian kerja dan pelindung diri dalam bekerja?
2. Apakah pakaian kerja dan alat pelindung  diri tersebut dalam kondisi baik dan laik?
3. Apakah sebelum memulai pekerjaan diberikan pengarahan?

Jika YA adalah jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut, maka itu awal yang baik. Mari kita lanjutkan ke  pertanyaan berikut.


4. Apakah akses naik turun, masuk keluar kapal dalam kondisi baik, tidak terhalang, dan berpenerangan cukup?

5. Jika ada bagian yang berbahaya karena dilepas untuk perawatan atau perbaikan, apakah sudah diberi tanda atau  peringatan?

6. Benda-benda yang dapat bergerak, bergeser apakah sudah terikat  kuat dan aman?

7. Bagian-bagian terbuka yang memungkinan orang terjatuh di situ apakah sudah diberi pengaman  yang laik?


Jika jawaban dari pertanyaan  itu juga YA, maka kamu beruntung, berada di setengah perjalanan menuju budaya keselamatan.


8. Apakah area kerja aman, tidak terhalang, tidak terganggu oleh benda-benda yang tidak diperlukan,   dan tidak ada tumpahan minyak?

9. Apakah area kerja berpenerangan cukup dan berventilasi baik?

10. Apakah barang berbahaya tidak dibiarkan di sembarang tempat, melainkan disimpan di tempat yang aman?

11. Selesai kerja apakah alat-alat kerja dan running store disimpan di store yang disediakan?

Hebat. Ternyata jawabannya juga YA. Mari kita lanjutkan.

12. Apakah sudah dipasang pengaman (safety guard) dengan laik pada sistem permesinan yang memerlukan?

13. Apakah petunjuk  pengoperasian dalam bahasa yang dimengerti crew ada terpampang?

14. Apakah ada terpampang petunjuk-petunjuk keselamatan (safety signs) ?

15. Apakah prosedur  ijin kerja (permit-to-work)  untuk pekerjaan  khusus seperti masuk ruang tertutup, pekerjaan panas/pengelasan, pekerjaan di tempat tinggi  sudah dilaksanakan?


Selamat jika semua pertanyaan di atas jawabannya adalah YA. Kamu bekerja di kapal dengan kepedulian akan factor keselamatan yang tinggi.


Demikain 15 pertanyaan yang cukup untuk mengukur tingkat  budaya safety di  kapal.  Silakan menambahkan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan teman-teman. Silakan masukkan di kolom komentar.


Baca juga : Apa arti Safety Management

Berlangganan artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "SAFETY FIRST: 15 Indikator Budaya Safety di Kapal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel