Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Marconi, Kode Morse: Riwayatmu Dulu

Riwayat Marconi   dan Kode Morse


Marconi, Kode Morse; Riwayatmu Dulu

Siapakah Marconi?

Marconi, lengkapnya Guglielmo Marconi, adalah fisikawan Itali, penemu radio. Percobaan-percobaannya dengan wireles telegraphy, telegraf tanpa kawat, mengantarkanya meraih hadiah Nobel bersama Karl Braun tahun 1909.

Marconi muda terinspirasi oleh percobaan yang dilakukan Henrich Herzt yang mendemonstrasikan adanya gelombang elegtromagnetik. Gelombang yang tak tanpak mata itu bergerak di udara dengan kecepatan suara. Marconi melihat kemungkinan memanfaatkan gelombang itu untuk mengirim sinyal melintasi jarak yang jauh tanpa menggunakan kawat.

Tahun 1899 Marcomi berhasil mengirim berita menyeberang selat Inggris tanpa melewati kawat. Tahun 1901 lebih jauh lagi. Berita radio dikirim melintasi Samudera Atlantik, yaitu dari Inggris ke Newfoundland.

Pada tahun 1909 kapal S.S Republic tenggelam akibat tabrakan. Sinyal dan berita bahaya yang dikirim lewat radio telah membantu menyelamatkan seluruh penumpangnya kecuali enam orang.

Penemuan radio sangat penting artinya bagi keselamatan pelayaran. Karenanya kapal dari ukuran tertentu wajib dilengkapai dengan perangkat radio komunikasi.

Di masa lalu, sebelum ditemukannya sistem GMDSS, sistem komunikasi radio di atas kapal menggunakan radiotelephony atau radiotelgraphy. Stasiun radio di kapal dipimpin oleh seorang operator radio yang beijazah. Operator radio di kapal sering dipanggil Marconis, diambil dari nama sang penemu radio, Guglielmo Marconi.

Apa yang dimaksud radiotelephony? Radiotelephony adalah sistem komunikasi radio dengan suara atau pembicaraan. Contoh:
  • radio VHF
  • radio MF/HF

Apa pula yang dimaksud dengan radiotelegraphy? Radiotelegraphy adalah sistem komunikasi dengan kode morse. Berita dikirim menggunakan kode Morse.


Contoh berita: MFO 35840


Dengan radiotelephony (diucapkan):
  • MFO
  • (lain kata dalam angka) TIGA LIMA DELAPAN EMPAT KOSONG

Dengan radiotelegraphy (kode morse):
  • M = - -
  • F = .. - .
  • O = - - -
  • 3 = ...- -
  • 5 = .....
  • 8 = - - - ..
  • 4 = .... -
  • 0 = - - - - -

Kode Morse

Kode Morse atau sandi Morse diciptakan oleh Samuel F.B Morse dan Alfred Vall pada tahun 1835. Kode ini terdiri atas titk (dot) dan garis (dash) mewakili huruf, angka, dan tanda baca. Adik-adik pramuka tentu pernah belajar ini. Sandi dikirim dengan meniup pluit. Tentu saja dengan kecepatan yang lambat dibanding yang digunakan oleh para Markonis dengan kunci ketoknya.


Jika gangguan udara tinggi (QRM), komunikasi radiotelephony susah dilakukan. Sering kali kata atau angka dalam berita diminta diulang bahkan dieja: REPEAT, REPEAT and SPELL. Di sini komunikasi radiotelegraphy lebih unggul. Sinyal yang dikirim relatif lebih dapat menembus gangguan udara sehingga berita dapat diterima dengan lebih baik.


Daftar Kode Morse

Alfabet
  • A = . -
  • I = . .
  • U = . . -
  • E = .
  • O = - - -
  • B = - . . .
  • C = - . - .
  • D = - . .
  • F = . . - .
  • G = - - .
  • H = . . . .
  • J = . - - -
  • K = - . -
  • L = . - . .
  • M = - -
  • M = - .
  • O = - - -
  • P = . - - .
  • Q = - - . -
  • R = . - .
  • S = . . .
  • T = -
  • V = . . . -
  • W = . - -
  • X = - . . -
  • Y = - . - -
  • Z = - - . .


Angka
  • 1 = . - - - -
  • 2 = . . - - -
  • 3 = . . . - - -
  • 4 = . . . . -
  • 5 = . . . . .
  • 6 = - . . . .
  • 7 = - - . . .
  • 8 = - - - . .
  • 9 = - - - - .
  • 0 = - - - - -


Tanda baca
  • . = full stop = . - . - .
  • , = comma = - - . . - -
  • : = - - - . . .
  • - = - . . . -
  • / = - . . - .
  • ? = . . - - . .


Tanda Bahaya

  • Radiotelephony: MAYDAY diucapkan/dipancarkan pada frekuensi 156.80 mHz (ch. 16) radio VHF, atau 2182 kHz radio MF, 6125 kHz radio HF. Jika waktu memungkinkan didahului dengan two tone generator, alarm dua nada. Tinggal pencet, kapal lain yang watch keepernya aktif, akan menerima sinyal tsb.

  • Radiotelegraphy: SOS (. . . - - - . . . ) dipancarkan pada frekuensi 500 kHz. Dapat dipancarkan secara otomatis jika auto keyer diaktifkan.

Sistem Konvensional vs GMDSS

Radiotelephony dan radiotelgraphy yang dibahas di atas adalah sitem konvesional. Di luar segala kekurangannya, sistem tersebut telah berjasa besar dalam keselamatan pelayaran di zamannya dan sekaligus menjadi landasan dikembangkannya sistem modern yang lebih lebih maju.

Sistem yang lebih maju itu adalah GMDSS (Global Maritime Distress and Safety System). Istilah global menjawab permasalahan keterbatasan jangkauan frekuensi radio HF. Keterbatasan itu tidak ada lagi karena sistem global menggunakan satelit. Berita dapat dikirim kemana saja dalam waktu yang sangat singkat.

Dalam sistem GMDSS, pesawat VHF, MF/HF dilengkapi dengan sistem alerting, peringatan. Semacam two tone alarm pada sistem konvensional. Hebatnya, alert ini diikuti data, siapa, dimana posisi, dan apa statusnya.

Seluruh kemajuan ini masih terus mengalami penyempurnaan. Semakin maju, semakin mudah dioperasikan dengan hasil yang lebih maksimal. Tetapi tidak ada kemajuan yang tidak "memakan" korban. Perkembangan komputer telah "mengistirahatkan" banyak juru ketik di kantor-kantor di masa lalu. Teknologi drone "memangkas" biaya pemakaian helicopter untuk pemotretan dari udara. GMDSS "merumahkan" tidak sedikit operator radio. Alam menyeleksi siapa yang update.


Bacaan

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Guglielmo_Marconi
  2. https://www.britannica.com/biography/Guglielmo-Marconi
  3. https://www.artofmanliness.com/articles/morse-code/

Posting Komentar untuk "Marconi, Kode Morse: Riwayatmu Dulu"