Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Balada Pelaut: Benarkah Pelaut Mata Keranjang?

Balada Pelaut Mata Keranjang

Masih ingat lagu Balada Pelaut? Ini potongan liriknya ...

Sapa bilang, pelaut mata karanjang
Kapal bastom, lapas tali, lapas cinta

Balada Pelaut, lagu lawas ciptaan Ferry Pangalila, dipopulerkan oleh Conny Maria Mamahit, artis Manado.

Tantowi Yahya (seorang pembawa acara, musikus, juga politisi Indonesia), ikut memomulerkannya dalam versi country.

Kalau ditafsirkan bebas, kira-kira seperti ini maksudnya:

Ada yang bilang pelaut itu mata keranjang. Kalo suling kapal sudah berbunyi, tali-tali dilepas, lepas pula cinta pelaut.

Lagu ini terkenal, khususnya di kalangan pelaut. Ada yang berguau menyebut Balada Pelaut sebagai lagu kebangsaan pelaut.


Arti mata keranjang

Apa sih maksud ungkapan mata keranjang itu? Menurut KBBI mata keranjang adalah
....sifat selalu merasa berahi apabila melihat lawan jenisnya; sangat suka pada perempuan

Nah, Lo.... Ini pasti ditujukan kepada pelaut laki-laki (termasuk saya)

Selalu merasa berahi dan sangat suka terhadap perempuan. Jadi, mata keranjang gampang sekali keseterum melihat lawan jenis. Pokoknya beda jenis, langsung spaning, tegangan naik tinggi.


Melawan berahi

Tidak salah, memang ada pelaut yang mata keranjang. Tapi tentu saja tidak bisa disamaratakan ke semua pelaut. Pelaut baik-baik bukan sedikit.

Mata keranjang, jika disebut sebagai kelainan, ada dimana-mana, tidak mengenal profesi. Tidak perduli di laut atau di darat. Tidak adil jika hanya dilekatkan pada pelaut.

Melawan gejolak berahi adalah perang besar yang tidak mudah. Apalagi bagi pelaut yang jauh dari keluarga dalam waktu yang lama. Yang sadar bahaya menuruti berahi, berusaha menundukkannya dengan kegiatan positif seperti berolahraga, berpuasa, dan menjauhi pemicunya.


Pelaut zaman NOW

Saat artikel ini dutulis, profesi pelaut semakin banyak diminati pencari kerja. Tetapi mendapatkannya tidak semakin mudah. Berbagai persyaratan yang "ketat" harus dilewati.

Persyaratan itu adalah:
  • Sertifiklat kepelautan
  • Dokumen perjalanan
  • Sertifikat kesehatan
(Semua dokumen di atas berlaku INTERNASIONAL).

Sertifikat kepelautan terdiri atas sertifikat keahlian/kompetensi dan sertifikat keterampilan/profesiensi. Sertifikat-sertifikat itu dapat diperoleh melalui jalur akademik atau kursus di badan-badan diklat resmi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dokumen perjalanan terdiri atas buku pelaut dan atau paspor pelaut. Kapal-kapal yang beroperasi dalam negeri, cukup dengan buku pelaut.

Sertifikat kesehatan diperoleh setelah melakasanakan MCU (medical check up) di klinik atau rumah sakit yang ditunjuk (approved) dan dinyatakan sehat (FIT) untuk bekerja.

Sertifikat kesehatan umumnya berlaku 2 (dua) tahun. Jadi, sebelum habis harus diperbarui. Artinya, kesehatan dicek ulang.

Pemeriksaan kesehatan pelaut relatif ketat. Karenanya, pelaut zaman NOW yang masih di atas kapal, berhati-hati dengan kesehatannya. Mengumbar berahi sembarangan dapat berakibat fatal.


Balada Pelaut

Kembali ke lirik Balada Pelaut.

Apa yang ditulis dari yang diketahui atau dialami akan mengalir dengan lancar dan mendalam. Seperti itu kesan yang dapat ditarik dari syair lagu Balada Pelaut.

Bahwa kemungkinan besar isi lagu ini adalah pengalaman pribadi pengarangnya. Belum cukup dikhianati, diberi label pula mata keranjang, royal dan gemar gonta-ganti pacar.



Balada Pelaut
Cipt: Ferry Pangalila

Sapa bilang pelaut mata karanjang
Kapal bastom lapas tali lapas cinta
Sapa bilang pelaut pamba tunangan
Jangan percaya mulu rica-rica


So balayar sampe so ka ujung dunia
Banya doi baroyal abis parcuma
Dorang bilang pelaut obral cinta
Dompet so kosong baru inga rumah


Reff:
Mana jo ngana pe sumpah
Mana jo ngana pe cinta
So samua kita pe punya
Ngana so minta....


Kita bale ngana so laeng
Kita bale ngana so kaweng

Cikar kanan...
Vaya con Dios cari laeng



Jika mengalami hal yang sama seperti cerita dalam lagu ini, jangan lama-lama menangis: Cikar kanan, Vaya con Dios, Cari lain.

Posting Komentar untuk "Balada Pelaut: Benarkah Pelaut Mata Keranjang?"